ALHAMDULILLAH YAA, SESUATU BANGET (BANGET
BANGET)
2 februari 2012, adalah tanggal terindah yang pernah ada dibumi ini.
Tepat tanggal cantik itu, aku berlibur dengan
keluarga kedua ku (teman sekelas)ke JOGJA. Itulah saat yang sangat menyenangkan dan berkesan :)
Terima kasih buat temen JARKOM’10, khususnya
Imana N. Anggreani a.k.a Imana (@imanaanggreani2), Satria K. Isnain a.k.a Iyak
(@satriaiyak), Historida B. Septiawan a.k.a Histo (@OryHiz13), Prahareza
Ardiansyah a.k.a Rere (@prahareza), Arsyad Dwiyankuntoko a.k.a Arsyad
(@arsyadvin), dan Siti Rahayu a.k.a Siti (@seladasiti). Kalian semua hebat :D
Petualangan kami bermula yang seharusnya jam 6
tepat. Tapi, gagal total.
Iyak harus nyelesein ‘tugas negara-nya’
sebagai aktivis sampai jam setengah 7, jadi aku Imana Rere Histo Siti harus
sabar menunggu. Habis itu, kami langsung meluncur untuk menjemput Arsyad, namun
harus disertai kejadian salah lokasi. Arrrrggggh. Kapan nyampe jogjanya dong. Lalu,
akhirnya ketemu deh sama Arsyad, dan dia udah nunggu hampir satu jam.
Sungguh kasian!
Dan tepat jam 7 kita benar-benar meluncur ke
jogja. Dengan supir saudara Histo dan kami yang lain (6 sekawan) sebagai penumpang. Bismillah.
Perjalanan yang menyenangkan dengan selingan
humor, paduan suara ‘paling indah’ dan kegiatan paling enak dibumi yaitu tidur.
Ketika hendak mendekat ke daerah Magelang,
suasana menjadi ‘semarak dan galau’ tentang mau kmana kita? Pilihan galau pun
muncul, mau Borobudur atau pantai. Banyak suara mengatakan ke Borobudur karena
terakhir kesana waktu SD (itu termasuk aku) jadi pengen kesana lagi untuk
melihat keajaiban dunia itu. Sedangkan suara lainnya, pengen langsung ke pantai
takut kesiangan katanya.
Setelah ‘masa penggalauan’ yang cukup alot
diputuskan kita akan ke Borobudur. Namun sebelum menuju kesana, kami mencari
tempat makan karena sangat amat kelaparan. Dan akhirnya di salah satu belokan menuju Borobudur kami menemukan
warung soto, bakso, dan mie ayam. Sumpah paket komplit banget. Waktu lagi
makan, keputusan ke Borobudur pun mulai diurungkan sebab harga tiket yang cukup
mahal sekitar Rp. 25000,- karena temanya liburan hemat jadi kami gajadi kesana.
Dan akhirnya kenyang :D tapi sayangnya makanannya kurang lezat
jadi hanya sebatas pengganjal perut.
Meskipun gajadi ke Borobudur, tapi amat sangat terhibur dengan pemandangan terindah yang disuguhkan di sepanjang jalan menuju kesana. Dan lewatlah kita melewati Borobudur, Iyak pun kecewa dan bergumam kesal. Hahahaha
Tapi, setelah itu kami menemukan Candi Mendut.
Karena berlokasi di pinggir jalan, kami
memutuskan untuk parkir di pinggir
jalan dan berfoto dari luar candi agar hemat tiket masuk sebab berfoto dari
luar pagar candi pun sudah lebih dari cukup.
ki-ka: Rere, Iyak, Imana, Arsyad, Aku, Siti
ki-ka: Histo, Imana, Aku, Siti
ki-ka: Imana, Aku
Abis puas berfoto ria berlatar Candi Mendut,
perjalananpun berlanjut dengan tujuan pantai.
Dengan bantuan sms dan telpon ke orang lain,
kami pun tahu jalan menuju pantai. Monjali dan Taman Pelangi terlewati dalam
perjalanan menuju Wonosari. Keadaan ‘genting’ pun terjadi saat mau memutuskan
mau ke pantai mana. Pantai Baron, Kukup, Krakal atau Sundak? Dan jadilah kita
ke Sundak.
Perjalanan yang sangat jauh dan melelahkan pun
kami lewati, hingga terjadilah kejadian paling tidak meng-enak-kan juga kami alami yaitu kami ditilang.
TIDAAAAAAKKKKKK
Ternyata saat pak sopir Histo akan menyalip mobil
lain di marka lurus waktu belokan di depannya ada polisi, jadi ketahuan deh.
Hehehehe
Perbincangan alot pun terjadi hingga ‘jalan
Indonesia banget’ pun harus ditempuh. Perjalanan pun lanjut. Jalan panjang yang
lurus, berliku, naik turun dan asri pun kami lalui. Sumpah, perjalanan ke
Pantai Sundak jauh banget dan sepi dari jangkauan manusia, hingga kita harus
berulang kali ketika bisa bertemu dengan orang. Dan 1,5 jam kemudian,
samppailah kita. Alhamdulilah yaaaa
Masya Allah, Pantai Sundak indah bangeeeeetttt.
Pasir, ombak, tebing, dan suasana syahdu pantai sangat meneduhkan mata dan jiwa.
Maen air, saling dorong ke pantai, berfoto,
lempar-lemparan pasir, waaaahhhhhh menyenangkan. Setelah semua kebagian basah
dan berganti baju. Perjalanan pun berlanjut.
Mobil kami tancap gas menuju tempat
selanjutnya dengan pergantian sopir, Iyak. Saat sampai di kota Jogja sudah sore, kami
memutuskan mencari mushola dan Iyak mau mampir Badger. Dan cerita menarik pun
bermula.
Saat Iyak nyopir, kami kena lampu merah terus. Arrrrgggghhh, kesel banget. Abis itu mutar-muter tanpa arah sampai nglewati UGM, UNY, UMY, dan kayaknya semua temppat di Jogja kali ya. Tapi, semua itu terbungkus menjadii manis karena selingan kejadian ‘buka jendela mobil’ dan nggodain orang di lampu lalu lintas, ketawa bareng, komentar tempat makan enak-enak di sepanjang jalan (laper berat), marahin Iyak bareng karena bikin kita ga nyampe sampai muter balik banyak banget dan semua deh, kompliiiiiitttt.
Dan sampailah kita di daerah Gejayan, kita shalat di masjid komplek. Setelah itu mampir Badger dan meluncur tempat
makan “Warung Pasta” daerah Gejayan.
Makanan di “Warung Pasta” ‘recommended’ banget, tapi ga buat Iyak soalnya pesenannya ga sesuai sama yang dia makan. Hahahahaha, pesennya porsi Large dan kayaknya yang dianter porsi Small dan dia harus bayar seharga Large. Sial banget sumpaaaaahhhhh. Hahahaha
Abis puas makan, main domino, ngetawain Iyak,
foto-foto, dan tentunya bayar di kasir, perjalanan pun lanjut. Selanjutnya menuju Maloiboro. Hehehehe. It’s
shopping time!!!
Nawar barang, mondar-mandir, ngeliat
pernak-pernik, ngeliat pentas calung Jogja, dan belanja pun kami lewati di
Malioboro. Selanjutnya, perjalanan menuju angkringan dan kopi joss.Karena masih disupirin Iyak, kami pun
mutar-muter lagi. Sumpaaaaaahhh Iyaaaaak. Tapi, akhirnya sampai juga di
angkringan. Kopi joss, nasii kucing dan gorengan, itulah pesenan kami.
Harumnya kopi, nyanyian pengamen, deru mobil
berlalu lalang, dan pendukung suasana meriah lainnya menghiasi malam ‘tak
terlupakan’ kami di Jogja.
Setelah puas dan sudah larut, maka kami
memutuskan untuk pulang dengan pergantian supir biar ga nyasar atau
muter-muter.
Sumpah, perjalanan kami menyenangkan lhooooo.
Adu balap jalanan sama Honda Jazz dan konser
mini: panduan suara ‘terindah’ persembahan kami dengan bantuan iringan lagu
Secondhand Serenade, Justin Bieber, Something About Lola, Avril Lavigne, Selena
Gomes, Seringai, Koil, Ten2Five, dan banyak artis pendukung lainnya adalah
komponen indah perjalanan pulang kami. Indah bangeeeet kaaan.
Sumpah, makasi banyak buat temen-temen dan
khususnya JOGJA. Aku bakal kangen masa-masa ini. Harus sering maen bareng dan
menggila bareng lagiiiiii.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar